Kota Bandung, selain dikenal dengan udaranya yang sejuk, juga merupakan surga kuliner yang selalu menghadirkan inovasi baru di dunia makanan. Di antara banyak pelaku usaha kuliner di kota ini, ada satu nama yang belakangan makin melejit: Tini Pratiwi, pemilik dan pendiri Tini Cake.
Tini Pratiwi adalah seorang wanita asal Bandung yang memiliki hobi membuat kue sejak masa sekolahnya. Dari awal hanya membuat kue untuk keluarga dan kerabat, Tini kemudian memberanikan diri menerima pesanan kue ulang tahun sederhana pada tahun 2011. Ia membuat kue tersebut di dapur kecil rumah, tanpa alat mewah—hanya oven konvensional dan resep warisan ibunya.
Saat itu, Tini hanya memasarkan kue buatannya melalui media sosial dan mulut ke mulut. Berbekal ketekunan dalam menjaga kualitas rasa dan tampilan kue, perlahan orderan terus bertambah. Ia terus belajar berbagai teknik dekorasi serta mengikuti kursus dan workshop baking dari para chef profesional baik secara online maupun offline.
Pada tahun 2014, Tini mengukuhkan nama usahanya menjadi Tini Cake. Ia mulai memberanikan diri menyewa kios kecil di kawasan Antapani, Bandung. Tini Cake fokus menghadirkan beragam kue yang tidak hanya enak, tetapi juga unik dan “Instagramable”. Mulai dari cake ulang tahun, brownies, cupcake, hingga dessert kekinian, semuanya dibuat dengan sentuhan kreatif khas Tini Pratiwi.
Keunggulan Tini Cake tidak hanya pada tampilan dan rasanya, tetapi juga menghadirkan layanan kustomisasi kue. Pelanggan bisa memesan kue sesuai tema yang diinginkan, dari karakter kartun, floral, hingga tema-tema unik lainnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dan membuat Tini Cake sering viral di media sosial.
Usaha Tini Pratiwi tentunya tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang pernah dihadapinya ialah keterbatasan modal untuk memperluas usaha, terutama saat ingin membuka gerai kedua. Namun, Tini tidak menyerah; ia menggunakan sistem pre-order dan memaksimalkan pemasaran digital. Pada masa pandemi COVID-19, Tini bahkan meluncurkan “kit baking” untuk pelanggan yang ingin mencoba membuat kue sendiri di rumah, inovasi yang banyak diapresiasi.
Tini juga selalu menjaga mutu bahan baku, memilih bahan premium walaupun marginnya lebih kecil. Ia percaya bahwa pelanggan akan loyal jika kualitas selalu diutamakan. Selain itu, karyawannya juga dilibatkan dalam pengembangan menu baru, sehingga ide-ide segar terus bermunculan.
Di bawah kepemimpinannya, Tini Cake berhasil meraih beberapa penghargaan, seperti “UKM Favorit Bandung” pada tahun 2017, dan “Top Brand Kue Custom” se-Bandung Raya pada tahun 2019. Tini pun beberapa kali diundang menjadi pembicara di seminar kewirausahaan, membagikan cerita dan inspirasi kepada para pelaku UMKM lain.
Kini, Tini Cake telah memiliki 3 outlet di Bandung dan sekitarnya serta menjadi salah satu brand kue custom terpopuler di Jawa Barat. Jumlah karyawan pun bertambah menjadi lebih dari 20 orang, semuanya diberi pelatihan khusus agar bisa berkembang bersama Tini Cake.
Menurut Tini, inti kesuksesan adalah konsistensi, pelayanan ramah, dan inovasi yang berkelanjutan. Tini juga selalu berpegang pada prinsip “buat produk seolah-olah untuk keluarga sendiri”. Hal ini yang menurutnya membuat pelanggan selalu percaya dengan kualitas dari Tini Cake.
Untuk memperluas jejaring, Tini juga aktif berkolaborasi dengan berbagai UMKM lain di Bandung. Misalnya kolaborasi membuat cake dengan kopi lokal, atau menghadirkan kelas baking singkat bersama brand peralatan dapur ternama. Langkah ini memperkuat posisi Tini Cake sebagai brand yang inovatif dan dekat dengan komunitas.
Kisah perjuangan Tini Pratiwi dan Tini Cake menjadi inspirasi tersendiri, terutama bagi perempuan muda di Jawa Barat. Tini membuktikan bahwa usaha rumahan bisa berkembang menjadi brand besar asalkan dijalani dengan passion dan dedikasi. Ia pun menyempatkan diri rutin mengadakan workshop gratis di komunitas, agar ilmunya bermanfaat bagi lebih banyak orang.
Kini, Tini Pratiwi tak hanya menjadi pebisnis sukses, tetapi juga mentor bagi wirausaha baru di bidang kuliner. Semangat pantang menyerah, inovasi tiada henti, dan keramahan Tini Pratiwi menjadikannya salah satu tokoh inspiratif dari Bandung.
Kisah sukses Tini Pratiwi dan Tini Cake membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketulusan, dan inovasi, usaha kue rumahan pun dapat memberi dampak positif bagi masyarakat luas.