Kota Bandung dikenal sebagai salah satu pusat kreatif Indonesia, melahirkan banyak pelaku usaha di bidang fesyen dan aksesoris. Salah satu kisah inspiratif yang muncul adalah perjalanan bisnis Sari Santosa, pendiri Sari Shoes, brand sepatu perempuan yang telah berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Dari industri rumahan yang sederhana, Sari Santosa mampu membuat Sari Shoes menjadi nama yang diperhitungkan di Jawa Barat bahkan nasional.
Sari Santosa, asli Bandung, memulai kariernya sebagai penjual sepatu di pasar tradisional tahun 2012. Terinspirasi oleh kondisi ibunya yang berprofesi sebagai penjahit, Sari melihat peluang untuk berkarya di bidang produk fesyen — khususnya sepatu wanita yang nyaman dan modis. Ia belajar secara otodidak mengenai pembuatan sepatu, dari pemilihan bahan, proses penjahitan, hingga pengeleman sol sepatu. Modal awal yang ia gunakan hanyalah Rp2 juta, cukup untuk membuat 15 pasang sepatu yang saat itu dijual secara online melalui media sosial.
Seiring waktu, pesanan pun mulai berdatangan. Konsumen puas dengan kualitas produk, kenyamanan, dan variasi desain yang mengikuti trend terkini. Sari mulai merekrut penjahit dan pengrajin lokal dari daerah Cibaduyut—sentra produksi sepatu di Bandung. Sari Shoes tidak hanya sekadar menjual sepatu, tetapi juga memberikan nilai lebih berupa desain orisinil karya anak bangsa dan keterlibatan perempuan lokal dalam produksi.
“Saya ingin Sari Shoes menjadi representasi produk lokal yang dapat bersaing dengan brand luar negeri, tapi tetap terjangkau untuk masyarakat Indonesia.”
– Sari Santosa
Pada tahun 2017, Sari Shoes sudah mampu memproduksi lebih dari 500 pasang sepatu per bulan dengan omset rata-rata Rp80 juta. Sari pun membuka showroom kecil di kawasan Cibaduyut sebagai etalase koleksi-koleksinya. 2020 menjadi momentum penting bagi Sari Shoes, karena berhasil menembus pasar nasional berkat kolaborasi dengan beberapa selebgram dan fashion influencer. Produk mereka juga diapresiasi dalam berbagai ajang pameran UMKM, salah satunya INACRAFT dan Bandung Creative Movement.
Pandemi COVID-19 membawa tantangan tersendiri. Pada awal 2020, penjualan sempat turun drastis akibat lesunya perekonomian. Namun, Sari tidak patah semangat. Ia berinovasi dengan membuat produk sandal rumah dan sepatu berbahan ringan yang sesuai kebutuhan masyarakat selama beraktivitas di rumah. Ia juga meningkatkan promosi digital dan mengadakan flash sale di toko onlinenya. Berkat strategi ini, Sari Shoes mampu bertahan dan perlahan bangkit kembali.
Berbagai penghargaan pun berhasil diraih, seperti:
Beberapa kunci utama yang membuat bisnis Sari Shoes terus bertumbuh antara lain:
Kisah Sari Santosa dan Sari Shoes membuktikan bahwa dengan ketekunan, kegigihan, dan inovasi, bisnis lokal mampu bersinar di tanah air sendiri. Sari berpesan kepada wirausaha muda di Indonesia untuk tidak takut memulai usaha dari nol. Kegagalan di awal bukan akhir segalanya, melainkan proses pembelajaran menuju kesuksesan. Menurutnya, pengusaha harus berani mencoba, kolaboratif, dan memperhatikan kebutuhan pasar.
“Bisnis bukan hanya soal uang, tapi juga bagaimana kita bisa berbagi manfaat bagi orang lain dan menciptakan lapangan kerja baru. Jika kita konsisten dan jujur, rezeki akan mengikuti.”
– Sari Santosa
Kisah Sukses Sari Santosa bersama Sari Shoes menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia, bila dikelola secara profesional dan inovatif, bisa berkembang pesat serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Semangat inovasi, perhatian pada kualitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial adalah faktor-faktor yang telah mengantarkan Sari Santosa meraih sukses di jalur usaha sepatu di Bandung, Jawa Barat. Perjalanan Sari menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM dan calon wirausaha lainnya dari seluruh Indonesia.